Sebagai organisasi kemahasiswaan di bawah kendali dan pengawasan Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan), Unhan Disaster Community (UDC) berusaha untuk hadir sebagai upaya penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. UDC adalah organisasi yang dibentuk oleh mahasiswa pascasarjana Sekolah Kajian Pertahanan, Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional (Disaster Management for National Security). UDC sendiri bercita-cita menjadi sebuah lembaga kajian bencana level nasional dan internasional untuk satu tujuan yaitu humanitarian effort. UDC berharap, melalui kegiatan dan kajian yang dilakukan, dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi dunia penelitian dan kajian tentang bencana khususnya di Indonesia yang merupakan laboratorium bencana terbesar di dunia dengan segala ancaman dan risiko bencana yang dimiliki.

Berawal dari diskusi kecil dengan para rekan-rekan mahasiswa yang terdiri dari elemen sipil dan militer, UDC ingin memulai segala sesuatunya dari hal-hal kecil di sekitar kita yang berkaitan dengan isu bencana dan kerentanannya terutama bagi masyarakat urban/perkotaan dengan segala kompleksitasnya. Untuk itulah, UDC menentukan lokasi kegiatan awal di sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Tepatnya di RT.09/RW.10, Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Lingkungan ini adalah salah satu lingkungan padat penduduk yang dihuni oleh warga dengan berbagai tingkatan ekonomi dan pendidikan. Wilayah ini pada tahun 2002 dan 2007 termasuk wilayah yang terendam banjir sampai setinggi tiang listrik/telepon.

Dengan melihat realita tersebut, UDC sebagai organisasi kemahasiswaan ingin terlibat dalam upaya-upaya pengurangan risiko masyarakat melalui program penguatan kapasitas masyarakat melalui program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang seperti pelaksanaan kegiatan bakti sosial (santunan keluarga miskin/anak yatim piatu dan pemeriksaan/pengobatan gratis), pelatihan dan pendidikan tanggap darurat bencana, pembangunan sarana dan prasarana fisik sebagai upaya mitigasi dan preparedness untuk menghadapi bencana seperti pembangunan bak penampungan air bersih, pedampingan masyarakat dalam upaya menciptakan wilayah tangguh bencana, dan pelaksanaan penelitian dan kajian tentang bencana dalam konteks keamanan nasional yang menjadi ciri khas Universitas Pertahanan Indonesia.

Saat ini, dengan segala kekurangan yang ada, UDC tengah berupaya untuk mewujudkan cita-citanya agar bermanfaat bagi masyarakat dalam bidang kajian bencana dengan menyelenggarakan kegiatan pendidikan bagi anak-anak putus sekolah di sekitar Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Dengan biaya yang minim dari dana pribadi mahasiswa dan tekad serta kemauan yang kuat, UDC ingin menunjukkan keseriusannya untuk bisa terjun langsung ke masyarakat. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran diri bagi para mahasiswa Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan Indonesia. Kedepannya, UDC ingin menjadi bagian dari Universitas Pertahanan Indonesia yang diakui secara legal sehingga hasil-hasil penelitian dan/atau kajiannya dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Berikut ini adalah struktur organisasi Unhan Disaster Community, Universitas Pertahanan Indonesia yang terdiri dari Mahasiswa Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Indonesia :

  1. Ketua Pelaksana Program : Ferry Yulianto.
  2. Wakil Ketua Pelaksana Program : Basuki Rakhmat.
  3. Sekretaris Pelaksana Program : Fransisca Triani.
  4. Bendahara Program: Ika Syatriea Merdeka.
  5. Pelaksana Manajemen Operasional: Ade Martiwi, Sulistyo Utomo, Robby Arigayota, Otty Rusinarsetyo, dan Alan Muda Satria.
  6. Pelaksana Informasi dan Hubungan Masyarakat: Paulina Diana, Hondor Saragih, dan Yohannes.
  7. Pelaksana Penelitian dan Pengembangan Program: Pradono Anindito, Dwi Agung Sutrisno, Noorma M. Syamsiah, dan Shinta Andriani.
  8. Pelaksana Dokumentasi dan Evalap (Evaluasi dan Laporan) Program: M. Hanief Hilmi, Iqro Glentar, Harry A. Hassan, Ade Prasetya, dan Syarifuddin.
  9. Pengajar/Instruktur: Ade Martiwi, Ade Prasetya, Alan Muda Satria, Basuki Rakhmat, Ferry Yulianto, Harry A. Hassan, Sulistyo Utomo, Robby Arigayota, Fransisca Triani, Hondor Saragih, Ika Syatriea Merdeka, Dwi Agung Sutrisno, Iqro Glentar, Noorma M. Syamsiah, Otty Rusinarsetyo, Paulina Diana, Pradono Anindito, Yohannes, Shinta Andriani, M. Hanief Hilmi, Syarifuddin, dan Nathan M. Gilbert (konsultan).

 

REKAM JEJAK UDC DI KELURAHAN KEBON BARU, TEBET, JAKARTA SELATAN

Saat ini, Tim UDC yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional telah melakukan 3 kali kunjungan ke RT.09/RW.10 Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan untuk berkenalan dengan para tokoh masyarakat dan pengurus RT/RW Kelurahan Kebon Baru. Dalam kunjungan pertama, Tim UDC diterima oleh pengurus RT setempat untuk observasi lingkungan sekitar dan bercerita tentang pengalaman-pengalaman masa lalu dalam penanggulangan bencana banjir akibat luapan Sungai Ciliwung. Pada kunjungan pertama ini, Tim UDC yang berkunjung sebanyak 4 orang, yaitu Ade Martiwi, Basuki Rakhmat, Ferry Yulianto, dan Hanief Hilmy. Untuk kunjungan kedua, Tim UDC lebih fokus pada pemilihan lokasi tempat pendidikan untuk anak putus sekolah dengan beberapa tokoh masyarakat. Tim UDC yang hadir sebanyak 9 orang, yaitu Ade Martiwi, Alan Muda Satria, Basuki Rakhmat, Ferry Yulianto, Fransisca Triani, Hondor Saragih, Ika Syatriea Merdeka, Paulina Diana, dan Pradono Anindito. Untuk kunjungan ketiga, Tim UDC mendata calon peserta yang akan mengikuti program pendidikan bagi anak putus sekolah di wilayah tersebut. Kegiatan kunjungan ketiga ini diwakili oleh Basuki Rakhmat, Ferry Yulianto, Paulina Diana, dan Pradono Anindito dan didapatkan data yaitu calon peserta yang hadir adalah anak-anak yang putus sekolah dengan kelas terakhir yang bervariasi, mulai dari kelas 1 SD hingga 3 SMP (data calon peserta pendidikan anak putus sekolah terlampir). Usia mereka juga sangat bervariasi, dari 10 tahun hingga 20 tahun. Harapan mereka dan beberapa orang tua dan tokoh masyarakat yang hadir di tempat tersebut adalah agar mereka bisa mendapatkan sertifikat kejar paket A, B, dan C. Lokasi ini sebenarnya kaya akan nilai sejarah karena masyarakat percaya bahwa tempat ini dulu pernah dijadikan lokasi persembunyian Ir. Soekarno (Presiden Pertama RI) untuk merintis kemerdekaan seperti yang pernah diutarakan oleh beberapa saksi hidup yang ada disana. Oleh karena itulah, tempat ini oleh masyarakat setempat disebut sebagai Gang Perintis. Dengan semangat itulah, UDC hadir untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Seperti semangat Ir. Soekarno melepaskan negara ini dari belenggu kolonialisme Belanda.

Dengan segala keterbatasan biaya yang dimiliki, UDC masih tetap semangat untuk terus berbuat sesuatu yang positif bagi masyarakat. Pada akhir pertemuan ketiga tersebut, Tim UDC segera mencari informasi tentang yayasan yang bergerak di bidang pendidikan lanjutan semisal Paket A, B, dan C. Hujan lebat, jalanan penuh genangan air, dan situasi macet tidak menyurutkan semangat Tim UDC untuk tiba di salah satu yayasan pendidikan dan panti asuhan PKBM-RMD (Remaja Masa Depan). Yayasan yang berdomisili di Jalan Tebet Barat 4 Gg Keamanan I ini merupakan lembaga nirlaba yang menyediakan pendidikan dan ujian kejar paket bagi anak-anak putus sekolah dan juga panti asuhan bagi puluhan anak yatim piatu.  Harapan dari Tim UDC adalah untuk menjajaki kemungkinan dilakukannya kerjasama terkait penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak di Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan dengan pengurus yayasan tersebut, Tim UDC memperoleh informasi bahwa yayasan tersebut tidak dapat mengirimkan pengajar untuk mengajar di luar tempat yayasan tersebut. Namun, yayasan tersebut menyediakan program pendidikan untuk kejar paket B dengan biaya Rp 40.000,- perbulan dan Paket C dengan biaya Rp.60.000,- perbulan. Walaupun tidak dapat mengirim pengajar keluar, yayasan PKBM-RMD bersedia menerima anak dari luar untuk diikutsertakan dalam ujian dalam rangka memperoleh sertifikat kejar paket B dan C (biaya ujian paket B sebesar Rp.400.000,- per orang dan biaya ujian kejar paket C sebesar Rp.600.000,- per orang). Untuk Kejar Paket A, yayasan ini juga siap membantu dengan biaya sebesar Rp.400.000,- per orang.

Permasalahan yang dihadapi UDC kali ini tentunya adalah masalah biaya pendidikan bagi para calon peserta pendidikan anak putus sekolah di wilayah Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Upaya utama adalah memohon bantuan kepada Universitas Pertahanan Indonesia sebagai induk semang Unhan Disaster Community (UDC). Selain itu, UDC akan menawarkan Program Anak Asuh bagi masyarakat yang ingin meluangkan hartanya untuk kelangsungan pendidikan anak-anak terlantar akibat kekurangan biaya pendidikan karena ketidakmampuan orang tua dalam membiayai pendidikan anak-anaknya. Namun, jika hal tersebut tidak dapat memecahkan permasalahan yang ada, UDC telah bersiap diri dengan beberapa program penghasil dana yang akan diarahkan seluruhnya bagi kegiatan pendidikan anak putus sekolah. Salah satunya adalah dengan menjual beberapa ebook melalui media weblog. Saat ini, mesin dana tersebut telah berjalan dengan baik dan menghasilkan pemasukan dana sebanyak Rp.775.000,- (tujuh ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) dari weblog http://ferryyulianto.wordpress.com. Tentunya, semakin sering weblog tersebut diakses oleh banyak orang, semakin besar pemasukan dana yang bisa digunakan untuk kegiatan UDC.

UDC sadar bahwa kegiatan ini tidak dapat berjalan dengan baik hanya dengan mengandalkan satu pemasukan saja. Bantuan atau donasi dari beberapa pihak, baik perorangan maupun organisasi (swasta dan pemerintah), akan cukup membantu setiap langkah UDC dalam upayanya memberikan pengabdian kepada masyarakat dalam hal penguatan kapasitas masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui program-program yang berguna, salah satunya melalui program pendidikan bagi anak-anak putus sekolah. Program ini tentunya diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang baik bagi mahasiswa Universitas Pertahanan Indonesia pada Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional dan tentunya sebagai perpanjangan tangan Universitas Pertahanan Indonesia dengan masyarakat sebagai bentuk aplikasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Eksistensi UDC tentunya tidak akan tumbuh dan berkembang dengan baik dan maksimal tanpa dukungan dari kampus. Untuk itulah, UDC sangat berharap dapat menjadi salah satu pusat kajian bencana yang diakui oleh Universitas Pertahanan Indonesia sehingga program-programnya dapat diakomodasi dengan baik dan berbuah maksimal yang tentunya berdampak positif bagi keberadaan Universitas Pertahanan Indonesia sendiri.

Demikian laporan kegiatan UDC ini dibuat untuk diketahui sebagai kegiatan mahasiswa Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan Indonesia. Harapannya, UDC bisa menjadi salah satu bagian penting bagi perjalanan Universitas Pertahanan Indonesia terutama dalam bidang kajian kebencanaan yang ada di Indonesia.

 

Ketua Pelaksana Kegiatan

Unhan Disaster Community

 

  

FERRY YULIANTO

“Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang memenuhi harapan stakeholders” adalah visi dari PT. KAI Commuter Jabodetabek. Ungkapan tersebut dapat kita lihat dari website yang dikelola oleh perusahaan tersebut disini. Namun, jika kita melihat dan merasakan bagaimana pelayanan yang diberikan oleh PT. KAI Commuter Jabodetabek rasanya visi tersebut masih jauh api dari panggang. Bagaimana tidak, setiap hari kita harus berjuang (berdesak-desakan) untuk bisa menikmati pelayanan jasa kereta api commuter line ini. Belum lagi isu-isu tentang tindakan kriminal dan pelecehan seksual terhadap perempuan.

Kereta api tentunya salah satu moda transportasi yang sangat ideal bagi masyarakat yang tinggal di jabodetabek. Kereta api tidak mengenal kata macet seperti yang dialami oleh moda angkutan transportasi umum lainnya sehingga banyak warga jabodetabek memilih kereta api sebagai transportasi umum yang ideal. Namun, tingkat kenyamanan dan keamanan selalu menjadi problematika yang masih saja (sepertinya) sangat sulit untuk diatasi. Jumlah penumpang dengan jumlah ketersediaan gerbong penumpang tidak sebanding sehingga seringkali terjadi overload penumpang. Bagi yang belum pernah merasakan bagaimana pengapnya ruangan gerbong commuter line, silakan Anda mencoba untuk berangkat pagi dari arah Bogor-Kota dan pulang sore dari arah Kota-Bogor. Dijamin pasti mual dan stres tingkat dewa.

Dengan semakin tingginya minat masyarakat untuk memakai jasa layanan kereta api, tentunya PT. KAI Commuter Jabodetabek dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Bukan hanya galak dipintu keluar (pakai sewa aparat TNI/Polri untuk memeriksa apakah penumpang membeli tiket atau tidak)  tapi juga harus melek-mata bahwa pelayanan atas kenyamanan dan keamanan di atas gerbong kereta api juga harus ditingkatkan.

Kita tentunya tidak ingin melihat lagi bagaimana pintu keluar dijaga petugas yang pasang muka sangar dan terlihat over protected dan over acting karena bagaimanapun kepedulian dan kesadaran masyarakatlah yang harus diupayakan. Dengan pelayanan yang nyaman dan aman tentunya masyarakat akan dengan sendirinya memenuhi kewajibannya untuk membeli tiket. Dengan sendirinya tak perlu kuatir dan paranoid kalau para penumpang tidak memenuhi kewajibannya dalam partisipasinya membangun perkeretaapian di Indonesia ini, dengan cara membeli tiket karena kita tentunya juga tidak ingin kereta api hilang dari negeri ini dengan segala fenomena dan sejarah kereta api itu sendiri di negeri ini.

Pada hari ini Senin (26/3) Kepala BNPB dan Menteri PU meresmikan berbagai sarana dan prasarana infrastruktur tanggap darurat lahar dingin yang dipusatkan di jembatan gantung Kali Srowol Magelang Jawa Tengah. Pembangunan infrastruktur bidang sumberdaya air, bina marga dan keciptakaryaan dibangun sejak Maret 2011 hingga sekarang di Kabupaten Sleman, Kulon Progo, Magelang, Boyolali dan Klaten. Sebelumnya infrastruktur tersebut hancur diterjang lahar dingin Merapi. Total infrastruktur yang diresmikan meliputi 25 jembatan, rehabilitasi dam, normalisasi sungai, perbaikan jembatan, 2 unit pengolah air minum dan 5 sumur bor dalam. Infrastruktur ini di luar dari rehabilitasi dan rekonstruksi erupsi Merapi tetapi hanya dampak dari lahar dingin Merapi.

Pembangunan tersebut menghabiskan Rp 511,7 milyar dari dana siap pakai BNPB yang diserahkan ke Kementerian PU. Dari total dana tersebut Rp 211 milyar untuk pembangunan dan rehabilitasi sabo, dan normalisasi sungai. Rp 262,3 milyar untuk pembangunan jembatan, perbaikan jembatan dan jalan. Rp 38,4 milyar untuk penyelesaian 2 unit pengolah air minum, 5 sumur bor dalam, dan 5 jembatan desa. Konstruksi bangunan jembatan tahan terhadap terjangan lahar dingin.

Salah satu jembatan yang dibangun adalah jembatan Pabelan Lama yang merupakan jalan nasional ruas Yogyakarta-Magelang. Sebelumnya jembatan tersebut putus diterjang lahar dingin. Bentang jembatan 60 meter dan lebar jalur lalulintas 2×3,5 meter. 

Dengan peresmian infrastruktur tersebut diharapkan perekonomian masyarakat pulih dan lebih baik. Masyarakatpun dihimbau untuk ikut memelihara semua bangunan tersebut. Selain untuk transportasi juga untuk jalur evakuasi saat terjadi bencana dari aktivitas Merapi.

DR. Sutopo Purwo Nugroho, APU
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Perkembangan penanganan bencana angin badai dan gelombang pasang yang melanda beberapa wilayah di Kalimantan Selatan pada Senin (19/3) pukul 15.00 Wita sbb :

1. Kab Tanah Bumbu : 1 orang meninggal dunia, 640 jiwa mengungsi di saudara/tetangga, 3 rumah rusak total, 31 rumah rusak berat, 32 rusak sedang, 141 rumah rusak ringan, 1 tmpat ibadah rusak,1 jembatan jalan antar desa rusak, 47 bagang nelayan rusak, 1 pos pelayanan kesehatan rusak. BPBD kab Tanah Bumbu telah mendirikan posko, mendistribusikan logistik, pos pelayanan pengungsi, pos kesehatan dan dapur umum. Untuk logistik terpenuhi dari Dinsos, bantuan swasta dan masyarakat. Kebutuhan mendesak : shelter,pembersihan lingkungan,sandang,alat dapur dan perbaikan darurat.

2. Kab Banjar : 200 orang mengungsi di tetangga/saudara, kerusakan masih pendataan. Kebutuhan pengungsi dari bpbd, dinsos, dan bantuan masyarakat. BPBD telah mendirikan posko, mendistribusikan bantuan dan mengupayakan shelter.TNI/POLRI membantu pembersihan.kebutuhan mendesak : shelter,sandang,dapur umum.

3. Kab Tanah Laut: untuk kab tanah laut dilaporkan ada kerusakan beberapa rumah ringan (masih dalam pendataan) dan tidak ada pengungsian, bantuan logistik dari PMI,masyarakat dan sosial dilaporkan sudah didistribusikan. Kelambatan pendataan salah satunya kab. Ini belum ada BPBD.

4. Untuk labupaten lain seperti di Kota Banjarmasin dan Barito Kuala dilaporkan sementara tidak ada kerusakan berarti, seperti di 3 kab di atas sempat ada kepanikan masyarakat karena isu tsunami merebak saat kejadian.

5. Secara umum situasi masih bisa terkondisikan oleh pemda dan pemprov.

Demikian informasi yang disebarkan oleh Kapusdatin BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan dalam beberapa dasawarsa terakhir tren bencana dunia mulai dari bencana geologi, hidrometeorologi, biologi maupun akibat ulah manusia terus meningkat. Selama tiga dasawarsa terakhir bencana di dunia mengalami peningkatan sekitar 350%.

“Kejadian bencana-bencana tersebut berpengaruh terhadap ekonomi dan kehidupan global. Gempa bumi di Haiti tahun 2010, banjir di Pakistan tahun 2010, dan banjir di Thailand tahun 2011 makin memerosotkan perekonomian negara-negara miskin dan sedang berkembang,” ucap Humas BNPB, Sutopo, melalui rilis yang diterima detikcom (23/03/2012)

Sutopo mengatakan banjir di Australia, gempa bumi di Selandia Baru dan gempa bumi dan tsunami di Jepang pada 2011, menunjukkan bahwa negara-negara kaya pun tidak kebal terhadap risiko bencana. Banyak kerugian ekonomi global yang ditimbulkan akibat bencana yang terjadi beberapa tahun terakhir dan meningkat dua kali lipat pada 2011.

“Kerugian ekonomi global akibat bencana rata-rata dalam 10 tahun terakhir sejak tahun 2000 adalah USD 110 milyar, dimana total kerugian yang diasuransikan sekitar USD 35 milyar. Sedangkan bencana menyebabkan ekonomi global USD 130 milyar,” imbuhnya.

Pada 2011, lanjut Sutopo, ternyata terjadi peningkatan hampir dua kali lipatnya. Gempa bumi dan tsunami di Jepang pada 11 Maret 2011 yang menimbulkan kerugian USD 220 milyar atau 3,4 persen GDP Jepang atau hampir seperlima GDP Indonesia saat ini. Demikian pula banjir banjir di Thailand pada akhir 2011 menyebabkan 754 orang meninggal, 10 juta orang menderita dan kerugian mencapai USD 45 miliar. Pertumbuhan ekonomi Thailand merosot sekitar 2,4 persen.

“Peningkatan bencana tidak hanya terjadi di luar negeri tapi juga terjadi di Indoensia. Sejarah bencana di Indonesia, berdasarkan DIBI selama tahun 1815-2011 terdapat 11.910 kejadian bencana yang menyebabkan 329.585 jiwa meninggal dan hilang serta lebih dari 15,8, juta jiwa mengungsi,”papar Sutopo.

Bencana yang terjadi di Indonesia merupakam prioritas pembangunan nasional dan merupakan target pertumbuhan pembangunan tahun 2012. Untuk itulah bencana menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.

“Bahkan Presiden SBY menyampaikan bahwa target pertumbuhan pembangunan tahun 2012 sebesar 6,5 persen sangat dipengaruhi oleh faktor yang berpengaruh, yaitu salah satunya bencana. Jika terjadi bencana akan berat mencapai target tersebut. Kita perlu selalu siap siaga untuk mengantisipasinya,”tutupnya.

 

Dikutip dari: Detikcom

Membongkar Pasang Lenovo S10-3

Posted: March 23, 2012 in Serba Serbi

Bagi anda yang mempunyai kendala hardware dengan netbook Lenovo S10-3, anda dapat  mengikuti beberapa saran yang telah ditulis oleh seseorang. Orang tersebut secara detail menjelaskan bagaimana melepaskan satu per satu komponen Lenovo S10-3 mulai dari membuka skrup dan melepaskan hardwarenya. Untuk lebih lanjut silakan langsung menuju kemari. Anda juga bisa melihat tutorialnya melalui Youtube disini.

Untuk permasalahan yang saya hadapi adalah kerusakan pada papan keyboard setelah secara tidak sengaja anak saya menumpahkan air putih di papan keyboard pada saat dia nonton video kartun. Alhamdulillah sekarang sudah bisa dipakai lagi untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah maupun pekerjaan kantor.

Terima kasih.

Kegiatan JIDD pada tahun ini diselenggarakan pada tanggal 21-23 Maret 2012. Kegiatan selama tiga hari ini diawali dengan welcome speech oleh Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro dan dilanjutkan oleh Mr. Ban Ki-Moon, Sekjen PBB, sebagai pembicara kedua dalam kesempatan kali ini. Ban Ki-Moon menjelaskan tentang pentingnya kerjasama antar negara untuk sama-sama memahami jamaknya ancaman yg dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional dan international. Beliau juga menjelaskan tentang situasi konflik pengakuan atas Laut Cina Selatan.

Setelah kedua speech tersebut, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi membuka dialog ini setelah presidential speech-nya. SBY dalam speech-nya menjelaskan tentang fungsi dan manfaat Pemerintah dan Bangsa Indonesia dalam peran sertanya untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan perdamaian dan kemanusiaan. SBY juga berterima kasih kepada Universitas Pertahanan Indonesia atas peran sertanya dalam berbagai usaha atas suksesnya acara JIDD 2012 kali ini.

JIDD 2012 ini dihadiri oleh beberapa utusan dari negara tetangga. Mereka juga berkesempatan untuk berbicara mengenai peran serta mereka dalam upaya pertahanan negara sebagai perbandingan bagi beberapa negara yang hadir dalam dialog kali ini. Hal ini sangat bermanfaat karena pengalaman yang mereka bagikan dapat dijadikan pemikiran atas kasus yang sama apabila terjadi di Indonesia atau negara lain.

Sebagian besar para pembicara banyak fokus pada topik pertahanan dan ketahanan negara atas ancaman pertahanan lintas negara (transnasional) yang tidak mengenal batas negara seperti cyber crime dan terorisme. Salah satu keynote address, Mr. Lee Young Geol (Wakil Menteri Pertahanan Korea Selatan) mengatakan bahwa ancaman nontraditional perlu diatasi bersama-sama antar bangsa dengan berbagai pertimbangan efisiensi respon terhadap ancaman kejahatan tersebut. Tentunya akan lebih mudah bagi suatu negara melawan kejahatan transnasional secara bersama-sama daripada harus mengatasi permasalahan yang ada dengan sendiri-sendiri.

Beberapa utusan negara yang hadir dalam acara JIDD 2012 ini dihadiri oleh Kay Rala Xanana Gusmao (Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Timor Leste), Dr. Ng Eng Hen (Menteri Pertahanan Singapura), Lt. Gen. V. R. Masondo (Chief of South African Army), Ms. Valerie Amos (UN-OCHA), Mr. Fidel Ramos (mantan Presiden Filipina), Dr. Greg Barton (Monash University, Australia), Air Marshal Liu Yazhou (NDU of China), Lieutenant General Michael Flynn (National Intellegent, USA), dan Mr. Walter Stevens (European Union).

Untuk pembicara nasional, panitia JIDD 2012 juga mengundang beberapa tokoh yang sangat penting terkait dengan upaya signifikan negara dalam mewujudkan pertahanan dan keamanan nasional yang ideal, baik itu ancaman tradisional maupun nontradisional. Para pembicara tersebut adalah Brig. Gen. Tito Karnavian (Komandan Densus 88 RI), General (Police) Timur Pradopo (Kapolri), Mr. Kemal Stamboel (anggota DPR-RI Komisi XI), LTG Suryo Prabowo (Kepala Staf Umum TNI AD), Dr. Syamsul Maarif (Kepala BNPB), Air Marshal (TNI) Daryatmo (Kepala Badan SAR Nasional), dan Mr. Rizal Sukma (CSIS).

Tujuan akhir dari kegiatan dialog international ini tentunya adalah bagaimana membangun kerjasama antar negara untuk bersama-sama mengatasi permasalahan ancaman transnasional yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan pertahanan suatu negara. Upaya bersama tentunya akan lebih efektif untuk mengatasi setiap ancaman yang dapat menimbulkan kerugian yang tak ternilai harganya seperti dampak kemanusiaan bagi masyarakat sipil, seperti dampak kejadian akibat perang ataupun bencana.