Berapa lama anda menggunakan telepon genggam (handphone) dan mengisinya dengan pulsa?

Jawaban anda bisa menjadi kesedihan karena selama itulah anda telah dibodohi dan dimanfaatkan oleh banyak pihak: penjual pulsa (counter pulsa), bank penyedia jasa transaksi via atm/internet banking, dan operator selularnya.

Masyarakat bisa demo besar-besaran di jalanan jika ada kenaikan harga BBM meskipun hanya beberapa ratus rupiah saja. Tapi untuk beberapa hal kita sepertinya acuh padahal potensi uangnya sungguh sangat luar biasa.

Lihat dan renungkan kembali harga air minum mineral dalam kemasan. Ada yang menjual Rp3.000,- yang tidak sampai 1 liternya. Dan itu berpotensi terus naik dari tahun ke tahun. Masyarakat cenderung diam. Bahkan Bpk. Din Syamsudin sampai mengatakan air mineral dalam kemasan hukumnya haram!

Ada lagi fenomena transaksi. Bisa transaksi tagihan bulanan listrik dan air, pembelian pulsa handphone, tagihan pulsa listrik, tagihan TV kabel berbayar, dll. Masyarakat telah lama dibodohi dan dimanfaatkan sebagian pihak untuk mendapatkan keuntungan demi kepentingan pribadi dan korporasi. Masyarakat dijadikan target pasar!

Tapi memang begitulah hukumnya bisnis.. Sampai datanglah suatu masa dimana hadir seorang founder dan owner PT. Veritra Sentosa Internasional (VSI) dengan prodak virtual pay (v-pay), Ustad Yusuf Mansur, yang memberikan keuntungan dan kemudahan bagi para mitranya agar memiliki kesempatan untuk keluar dari situasi pembodohan dan pemanfaatan oleh mereka yang menargerkan kita sebagai pasar! VSI menunjukkan pada kita bahwa ada lumbung rupiah dari hasil transaksi masyarakat dimana lumbung rupiah itu hanya dinikmati oleh sedikit orang saja.

VSI dengan produk virtual pay (pembayaran pribadi secara online) menunjukkan secara gamblang kepada masyarakat bahwa kita, masyarakat Indonesia, juga berhak menikmati keuntungan tersebut. Catat: VSI MAMPU MEMBERIKAN HARGA AGEN DAN CASHBACK ATAS TIAP TRANSAKSI.

Mari kita buat semacam simulasi sederhana. Kita lihat apa yang dilakukan oleh bank kepada nasabahnya sebagai contoh dan apa yang dilakukan VSI kepada para mitranya.

BANK (transaksi via atm)             

Beli Pulsa 50.000               harga 50.000 (no cashback)

Pulsa Listrik 100rb            harga 100.000 (no cashback)

Bayar Tagihan                    sesuai tagihan (no cashback)

Bayar Listrik                        sesuai tagihan (no cashback)

Prosesnya? KELUAR RUMAH

 

VSI (transaksi via HP)     

Beli Pulsa 50.000               harga 49.600 (lebih murah dan cashback)

Pulsa Listrik 100rb            harga 99.600 (lebih murah dan cashback)

Bayar Tagihan                    sesuai tagihan (biaya administrasi lebih murah dan cashback)

Bayar Listrik                        sesuai tagihan (biaya administrasi lebih murah dan cashback)

Prosesnya? TAK PERLU KELUAR RUMAH (sambil nonton TV atau baca Koran)

Keuntungan anda bergabung di VSI sebagai berikut:

Anda mendapatkan harga agen (lebih murah) dan cashback atas tiap transaksi sebesar Rp75,-

Anda mungkin bilang itu angka yang kecil. Ya! Karena anda sendirian. Tapi meskipun kecil, apakah bank atau toko counter mau memberikan cashback senilai itu atau lebih kecil sekalipun? Jawabannya TIDAK! Mengapa?

Jika bank terkenal di Indonesia ini memiliki nasabah sebanyak 30 juta nasabah dan dalam sehari ada sejuta nasabah yang bertransaksi, keuntungan bank dalam sehari sebesar Rp75.000.000 (tujuh puluh lima juta). Coba anda kalikan dalam sebulan: Rp2.250.000.000 (dua milyar dua ratus lima puluh juta rupiah)! Apakah bank rela memberikannya? Lalu apakah anda masih berpikir bahwa bank sangat baik dan dermawan dengan memberikan anda poin dan hadiah yang berlimpah? Uang siapa dipakai? Uang anda, Saudaraku.. Uang atas hasil transaksi yang anda lakukan setiap hari dan setiap saat.

Lalu, apa yang membuat anda menahan diri untuk tidak segera bergabung dengan VSI? Perusahaan yang mau membagikan hasil keuntungan dari transaksi harian anda dengan harga agen dan cashback. Belum lagi bonus lainnya atas prestasi anda mengembangkan bisnisnya karena mampu mengajak orang lain untuk hijrah transaksi pada jalur yang baik dan menguntungkan.

Pilihan ada di tangan anda: bergabung dengan VSI dengan segala keuntungan dan kemudahannya atau tetap bersama mereka yang membodohi dan memanfaatkan anda sebagai mangsa pasar. Bergabung atau tidak bergabung, anda akan tetap melakukan transaksi pembelian pulsa atau membayar tagihan. Mari kita bersama-sama menikmati kembali hak kita yang telah lama hilang atas pembodohan dan pemanfaatan. BERGABUNGLAH DENGAN KOMUNITAS VSI DIMANAPUN ANDA BERADA.

BERSAMA KITA BISA…!

Buat rekan-rekan yang ingin mendapatkan soal-soal latihan ujian pengadaan barang/jasa pemerintah, bisa menghubungi kami via email di ferrykepegawaian@yahoo.com atau ferryyulianto9@gmail.com

terima kasih.

ImageFERRY TRAVEL INDONESIA adalah sebuah usaha waralaba penjualan tiket pesawat dan reservasi hotel. Minat para pengguna transportasi domestik, yang saat ini terus melirik moda transportasi pesawat, menjadi alasan FERRY TRAVEL INDONESIA hadir ditengah-tengah masyarakat.

Pemesanan tiket pesawat dan reservasi hotel menjadi kian mudah karena sistem online via internet memungkinkan pengelola dapat memesan langsung kepada maskapai penerbangan maupun manajemen hotel.

FERRY TRAVEL INDONESIA diharapkan menjadi salah satu partner bagi anda sekeluarga dan rekan-rekan anda di kantor yang membutuhkan pelayanan tiket pesawat dan reservasi hotel di seluruh Indonesia. Pemesanan bisa melalui email di ferrykepegawaian@yahoo.com atau ferryyulianto9@gmail.com, atau via telepon/sms di 087876421717, 08891342629, 085239055449, 083872492674, atau BBM 31207271. Pemesan dapat melalukan booking terlebih dahulu dan biaya pemesanan dikirim via rekening Bank Mandiri sebelum time limit.

Bagi anda yang ingin bergabung bersama FERRY TRAVEL INDONESIA sebagai penyedia tiket pesawat dan reservasi hotel, anda akan mendapatkan keuntungan komisi atas tiket yang anda jual kepada kerabat, teman, dan pelanggan anda. Bagi anda yang berminat, silakan hubungi saya di nomer telepon tersebut di atas.

Ayo buruan pesan tiketnya sekarang. Dapatkan harga tiket spesial dan promo serta nikmati kemudahan dan diskon bagi anda yang beruntung.. happy buying flight ticket at FERRY TRAVEL INDONESIA.

Aside  —  Posted: June 9, 2013 in Serba Serbi
Tags: , , , ,

Kehidupan manusia itu tak ubahnya sandiwara. Adakalanya cerita hidup ini penuh dengan canda tawa bahagia. Di babak berikutnya, cerita pilu kehidupan mewarnai lembaran sejarah hidup yang tak bisa terhapuskan dari ingatan. Semua itu adalah rahmat dari Alloh SWT.

Ada kalanya kita sedih karena kegagalan dan menyalahkan apapun di sekitar kita untuk mencari kambing hitam. Saya jadi ingat saat masih kecil dulu, orang tua kita sering mengajarkan kepada kita apabila kita menangis : pukullah apa yang membuat kaki kita tersandung, pukullah apapun yang membuat kepala kita terbentur. Salahkan objek itu biar hati kita lepas menyalahkan dan hati kita terpuaskan. Padahal, sebaiknya kita menyadari bahwa semua itu adalah karena kelalaian kita, karena ketidakmampuan kita menjaga diri dari bahaya.

Di lain cerita, tentu ada sebagian hidup ini dihampiri perasaan berbunga-bunga. Sukses karena lulus ujian, sukses karena melewati rintangan, pencapaian target kinerja, bisa membanggakan orang tua, memuaskan pimpinan, dan lain sebagainya. Kesombongan seringkali hadir menyelimuti perasaan kita. Tak peduli siapa yang membantu kesuksesan kita tersebut. Semua adalah atas upaya kita sendiri. Ketika seorang anak pandai lulus UN tingkat SMA, wajahnya berbinar-binar. Hatinya diselimuti perasaan bahwa dirinya adalah pintar. Padahal, banyak orang di sekitar yang membawanya menuju kesuksesan. Orang tuanya yang membiayainya sekolah, sopir pribadinya yang mengantarkan ia sekolah, atau sopir angkot yang hanya meminta bayaran 2.000 perak saat mengantar ia untuk tidak telah saat masuk pintu gerbang sekolah. Ada para guru yang membimbingnya mengenal ilmu pengetahuan. Ada teman yang meminjaminya buku atau catatan. Ada banyak hal di sekelilingnya yang menghantarkan ia sampai pada titik kesuksesan dan kebahagiaan.

Adapun semua itu adalah karunia, berkah, dan rahmat dari Alloh SWT. Dia Yang Maha Tahu. Terkadang kegagalan membawa kita pada kesedihan dan keterpurukan dan kesuks esan membawa kita pada kesombongan. Buat saudara-saudaraku yang diberi kelulusan hari ini, berbahagialah dan bersyukurlah atas nikmat itu. Buat saudaraku yang belum menikmati kelulusan hari ini, yakinlah bahwa Alloh SWT mempunyai rencana yang lebih besar dalam hidup kita. Terkadang apa yang kita anggap buruk itu belum tentu jelek. Begitu pula sebaliknya, apa yang menurut kita sempurna belum tentu jadi yang terbaik buat kita. Semoga Alloh senantiasa melindungi kita dan memberikan rahmatNya pada hidup kita. Bersyukur atas apapun pilihan yang telah ditetapkan pada kita sebagai hambaNya. Insya Alloh, Aamiin.

 

Selamat buat para sahabat yang lulus di bawah ini. Alhamdulillah soal-soal yang saya bagikan bermanfaat buat Anda semua. Terima kasih.

 

 

Sebagai organisasi kemahasiswaan di bawah kendali dan pengawasan Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan), Unhan Disaster Community (UDC) berusaha untuk hadir sebagai upaya penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. UDC adalah organisasi yang dibentuk oleh mahasiswa pascasarjana Sekolah Kajian Pertahanan, Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional (Disaster Management for National Security). UDC sendiri bercita-cita menjadi sebuah lembaga kajian bencana level nasional dan internasional untuk satu tujuan yaitu humanitarian effort. UDC berharap, melalui kegiatan dan kajian yang dilakukan, dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi dunia penelitian dan kajian tentang bencana khususnya di Indonesia yang merupakan laboratorium bencana terbesar di dunia dengan segala ancaman dan risiko bencana yang dimiliki.

Berawal dari diskusi kecil dengan para rekan-rekan mahasiswa yang terdiri dari elemen sipil dan militer, UDC ingin memulai segala sesuatunya dari hal-hal kecil di sekitar kita yang berkaitan dengan isu bencana dan kerentanannya terutama bagi masyarakat urban/perkotaan dengan segala kompleksitasnya. Untuk itulah, UDC menentukan lokasi kegiatan awal di sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Tepatnya di RT.09/RW.10, Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Lingkungan ini adalah salah satu lingkungan padat penduduk yang dihuni oleh warga dengan berbagai tingkatan ekonomi dan pendidikan. Wilayah ini pada tahun 2002 dan 2007 termasuk wilayah yang terendam banjir sampai setinggi tiang listrik/telepon.

Dengan melihat realita tersebut, UDC sebagai organisasi kemahasiswaan ingin terlibat dalam upaya-upaya pengurangan risiko masyarakat melalui program penguatan kapasitas masyarakat melalui program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang seperti pelaksanaan kegiatan bakti sosial (santunan keluarga miskin/anak yatim piatu dan pemeriksaan/pengobatan gratis), pelatihan dan pendidikan tanggap darurat bencana, pembangunan sarana dan prasarana fisik sebagai upaya mitigasi dan preparedness untuk menghadapi bencana seperti pembangunan bak penampungan air bersih, pedampingan masyarakat dalam upaya menciptakan wilayah tangguh bencana, dan pelaksanaan penelitian dan kajian tentang bencana dalam konteks keamanan nasional yang menjadi ciri khas Universitas Pertahanan Indonesia.

Saat ini, dengan segala kekurangan yang ada, UDC tengah berupaya untuk mewujudkan cita-citanya agar bermanfaat bagi masyarakat dalam bidang kajian bencana dengan menyelenggarakan kegiatan pendidikan bagi anak-anak putus sekolah di sekitar Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Dengan biaya yang minim dari dana pribadi mahasiswa dan tekad serta kemauan yang kuat, UDC ingin menunjukkan keseriusannya untuk bisa terjun langsung ke masyarakat. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran diri bagi para mahasiswa Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan Indonesia. Kedepannya, UDC ingin menjadi bagian dari Universitas Pertahanan Indonesia yang diakui secara legal sehingga hasil-hasil penelitian dan/atau kajiannya dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Berikut ini adalah struktur organisasi Unhan Disaster Community, Universitas Pertahanan Indonesia yang terdiri dari Mahasiswa Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Indonesia :

  1. Ketua Pelaksana Program : Ferry Yulianto.
  2. Wakil Ketua Pelaksana Program : Basuki Rakhmat.
  3. Sekretaris Pelaksana Program : Fransisca Triani.
  4. Bendahara Program: Ika Syatriea Merdeka.
  5. Pelaksana Manajemen Operasional: Ade Martiwi, Sulistyo Utomo, Robby Arigayota, Otty Rusinarsetyo, dan Alan Muda Satria.
  6. Pelaksana Informasi dan Hubungan Masyarakat: Paulina Diana, Hondor Saragih, dan Yohannes.
  7. Pelaksana Penelitian dan Pengembangan Program: Pradono Anindito, Dwi Agung Sutrisno, Noorma M. Syamsiah, dan Shinta Andriani.
  8. Pelaksana Dokumentasi dan Evalap (Evaluasi dan Laporan) Program: M. Hanief Hilmi, Iqro Glentar, Harry A. Hassan, Ade Prasetya, dan Syarifuddin.
  9. Pengajar/Instruktur: Ade Martiwi, Ade Prasetya, Alan Muda Satria, Basuki Rakhmat, Ferry Yulianto, Harry A. Hassan, Sulistyo Utomo, Robby Arigayota, Fransisca Triani, Hondor Saragih, Ika Syatriea Merdeka, Dwi Agung Sutrisno, Iqro Glentar, Noorma M. Syamsiah, Otty Rusinarsetyo, Paulina Diana, Pradono Anindito, Yohannes, Shinta Andriani, M. Hanief Hilmi, Syarifuddin, dan Nathan M. Gilbert (konsultan).

 

REKAM JEJAK UDC DI KELURAHAN KEBON BARU, TEBET, JAKARTA SELATAN

Saat ini, Tim UDC yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional telah melakukan 3 kali kunjungan ke RT.09/RW.10 Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan untuk berkenalan dengan para tokoh masyarakat dan pengurus RT/RW Kelurahan Kebon Baru. Dalam kunjungan pertama, Tim UDC diterima oleh pengurus RT setempat untuk observasi lingkungan sekitar dan bercerita tentang pengalaman-pengalaman masa lalu dalam penanggulangan bencana banjir akibat luapan Sungai Ciliwung. Pada kunjungan pertama ini, Tim UDC yang berkunjung sebanyak 4 orang, yaitu Ade Martiwi, Basuki Rakhmat, Ferry Yulianto, dan Hanief Hilmy. Untuk kunjungan kedua, Tim UDC lebih fokus pada pemilihan lokasi tempat pendidikan untuk anak putus sekolah dengan beberapa tokoh masyarakat. Tim UDC yang hadir sebanyak 9 orang, yaitu Ade Martiwi, Alan Muda Satria, Basuki Rakhmat, Ferry Yulianto, Fransisca Triani, Hondor Saragih, Ika Syatriea Merdeka, Paulina Diana, dan Pradono Anindito. Untuk kunjungan ketiga, Tim UDC mendata calon peserta yang akan mengikuti program pendidikan bagi anak putus sekolah di wilayah tersebut. Kegiatan kunjungan ketiga ini diwakili oleh Basuki Rakhmat, Ferry Yulianto, Paulina Diana, dan Pradono Anindito dan didapatkan data yaitu calon peserta yang hadir adalah anak-anak yang putus sekolah dengan kelas terakhir yang bervariasi, mulai dari kelas 1 SD hingga 3 SMP (data calon peserta pendidikan anak putus sekolah terlampir). Usia mereka juga sangat bervariasi, dari 10 tahun hingga 20 tahun. Harapan mereka dan beberapa orang tua dan tokoh masyarakat yang hadir di tempat tersebut adalah agar mereka bisa mendapatkan sertifikat kejar paket A, B, dan C. Lokasi ini sebenarnya kaya akan nilai sejarah karena masyarakat percaya bahwa tempat ini dulu pernah dijadikan lokasi persembunyian Ir. Soekarno (Presiden Pertama RI) untuk merintis kemerdekaan seperti yang pernah diutarakan oleh beberapa saksi hidup yang ada disana. Oleh karena itulah, tempat ini oleh masyarakat setempat disebut sebagai Gang Perintis. Dengan semangat itulah, UDC hadir untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Seperti semangat Ir. Soekarno melepaskan negara ini dari belenggu kolonialisme Belanda.

Dengan segala keterbatasan biaya yang dimiliki, UDC masih tetap semangat untuk terus berbuat sesuatu yang positif bagi masyarakat. Pada akhir pertemuan ketiga tersebut, Tim UDC segera mencari informasi tentang yayasan yang bergerak di bidang pendidikan lanjutan semisal Paket A, B, dan C. Hujan lebat, jalanan penuh genangan air, dan situasi macet tidak menyurutkan semangat Tim UDC untuk tiba di salah satu yayasan pendidikan dan panti asuhan PKBM-RMD (Remaja Masa Depan). Yayasan yang berdomisili di Jalan Tebet Barat 4 Gg Keamanan I ini merupakan lembaga nirlaba yang menyediakan pendidikan dan ujian kejar paket bagi anak-anak putus sekolah dan juga panti asuhan bagi puluhan anak yatim piatu.  Harapan dari Tim UDC adalah untuk menjajaki kemungkinan dilakukannya kerjasama terkait penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak di Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan dengan pengurus yayasan tersebut, Tim UDC memperoleh informasi bahwa yayasan tersebut tidak dapat mengirimkan pengajar untuk mengajar di luar tempat yayasan tersebut. Namun, yayasan tersebut menyediakan program pendidikan untuk kejar paket B dengan biaya Rp 40.000,- perbulan dan Paket C dengan biaya Rp.60.000,- perbulan. Walaupun tidak dapat mengirim pengajar keluar, yayasan PKBM-RMD bersedia menerima anak dari luar untuk diikutsertakan dalam ujian dalam rangka memperoleh sertifikat kejar paket B dan C (biaya ujian paket B sebesar Rp.400.000,- per orang dan biaya ujian kejar paket C sebesar Rp.600.000,- per orang). Untuk Kejar Paket A, yayasan ini juga siap membantu dengan biaya sebesar Rp.400.000,- per orang.

Permasalahan yang dihadapi UDC kali ini tentunya adalah masalah biaya pendidikan bagi para calon peserta pendidikan anak putus sekolah di wilayah Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Upaya utama adalah memohon bantuan kepada Universitas Pertahanan Indonesia sebagai induk semang Unhan Disaster Community (UDC). Selain itu, UDC akan menawarkan Program Anak Asuh bagi masyarakat yang ingin meluangkan hartanya untuk kelangsungan pendidikan anak-anak terlantar akibat kekurangan biaya pendidikan karena ketidakmampuan orang tua dalam membiayai pendidikan anak-anaknya. Namun, jika hal tersebut tidak dapat memecahkan permasalahan yang ada, UDC telah bersiap diri dengan beberapa program penghasil dana yang akan diarahkan seluruhnya bagi kegiatan pendidikan anak putus sekolah. Salah satunya adalah dengan menjual beberapa ebook melalui media weblog. Saat ini, mesin dana tersebut telah berjalan dengan baik dan menghasilkan pemasukan dana sebanyak Rp.775.000,- (tujuh ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) dari weblog https://ferryyulianto.wordpress.com. Tentunya, semakin sering weblog tersebut diakses oleh banyak orang, semakin besar pemasukan dana yang bisa digunakan untuk kegiatan UDC.

UDC sadar bahwa kegiatan ini tidak dapat berjalan dengan baik hanya dengan mengandalkan satu pemasukan saja. Bantuan atau donasi dari beberapa pihak, baik perorangan maupun organisasi (swasta dan pemerintah), akan cukup membantu setiap langkah UDC dalam upayanya memberikan pengabdian kepada masyarakat dalam hal penguatan kapasitas masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui program-program yang berguna, salah satunya melalui program pendidikan bagi anak-anak putus sekolah. Program ini tentunya diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang baik bagi mahasiswa Universitas Pertahanan Indonesia pada Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional dan tentunya sebagai perpanjangan tangan Universitas Pertahanan Indonesia dengan masyarakat sebagai bentuk aplikasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Eksistensi UDC tentunya tidak akan tumbuh dan berkembang dengan baik dan maksimal tanpa dukungan dari kampus. Untuk itulah, UDC sangat berharap dapat menjadi salah satu pusat kajian bencana yang diakui oleh Universitas Pertahanan Indonesia sehingga program-programnya dapat diakomodasi dengan baik dan berbuah maksimal yang tentunya berdampak positif bagi keberadaan Universitas Pertahanan Indonesia sendiri.

Demikian laporan kegiatan UDC ini dibuat untuk diketahui sebagai kegiatan mahasiswa Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan Indonesia. Harapannya, UDC bisa menjadi salah satu bagian penting bagi perjalanan Universitas Pertahanan Indonesia terutama dalam bidang kajian kebencanaan yang ada di Indonesia.

 

Ketua Pelaksana Kegiatan

Unhan Disaster Community

 

  

FERRY YULIANTO

“Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang memenuhi harapan stakeholders” adalah visi dari PT. KAI Commuter Jabodetabek. Ungkapan tersebut dapat kita lihat dari website yang dikelola oleh perusahaan tersebut disini. Namun, jika kita melihat dan merasakan bagaimana pelayanan yang diberikan oleh PT. KAI Commuter Jabodetabek rasanya visi tersebut masih jauh api dari panggang. Bagaimana tidak, setiap hari kita harus berjuang (berdesak-desakan) untuk bisa menikmati pelayanan jasa kereta api commuter line ini. Belum lagi isu-isu tentang tindakan kriminal dan pelecehan seksual terhadap perempuan.

Kereta api tentunya salah satu moda transportasi yang sangat ideal bagi masyarakat yang tinggal di jabodetabek. Kereta api tidak mengenal kata macet seperti yang dialami oleh moda angkutan transportasi umum lainnya sehingga banyak warga jabodetabek memilih kereta api sebagai transportasi umum yang ideal. Namun, tingkat kenyamanan dan keamanan selalu menjadi problematika yang masih saja (sepertinya) sangat sulit untuk diatasi. Jumlah penumpang dengan jumlah ketersediaan gerbong penumpang tidak sebanding sehingga seringkali terjadi overload penumpang. Bagi yang belum pernah merasakan bagaimana pengapnya ruangan gerbong commuter line, silakan Anda mencoba untuk berangkat pagi dari arah Bogor-Kota dan pulang sore dari arah Kota-Bogor. Dijamin pasti mual dan stres tingkat dewa.

Dengan semakin tingginya minat masyarakat untuk memakai jasa layanan kereta api, tentunya PT. KAI Commuter Jabodetabek dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Bukan hanya galak dipintu keluar (pakai sewa aparat TNI/Polri untuk memeriksa apakah penumpang membeli tiket atau tidak)  tapi juga harus melek-mata bahwa pelayanan atas kenyamanan dan keamanan di atas gerbong kereta api juga harus ditingkatkan.

Kita tentunya tidak ingin melihat lagi bagaimana pintu keluar dijaga petugas yang pasang muka sangar dan terlihat over protected dan over acting karena bagaimanapun kepedulian dan kesadaran masyarakatlah yang harus diupayakan. Dengan pelayanan yang nyaman dan aman tentunya masyarakat akan dengan sendirinya memenuhi kewajibannya untuk membeli tiket. Dengan sendirinya tak perlu kuatir dan paranoid kalau para penumpang tidak memenuhi kewajibannya dalam partisipasinya membangun perkeretaapian di Indonesia ini, dengan cara membeli tiket karena kita tentunya juga tidak ingin kereta api hilang dari negeri ini dengan segala fenomena dan sejarah kereta api itu sendiri di negeri ini.

Pada hari ini Senin (26/3) Kepala BNPB dan Menteri PU meresmikan berbagai sarana dan prasarana infrastruktur tanggap darurat lahar dingin yang dipusatkan di jembatan gantung Kali Srowol Magelang Jawa Tengah. Pembangunan infrastruktur bidang sumberdaya air, bina marga dan keciptakaryaan dibangun sejak Maret 2011 hingga sekarang di Kabupaten Sleman, Kulon Progo, Magelang, Boyolali dan Klaten. Sebelumnya infrastruktur tersebut hancur diterjang lahar dingin Merapi. Total infrastruktur yang diresmikan meliputi 25 jembatan, rehabilitasi dam, normalisasi sungai, perbaikan jembatan, 2 unit pengolah air minum dan 5 sumur bor dalam. Infrastruktur ini di luar dari rehabilitasi dan rekonstruksi erupsi Merapi tetapi hanya dampak dari lahar dingin Merapi.

Pembangunan tersebut menghabiskan Rp 511,7 milyar dari dana siap pakai BNPB yang diserahkan ke Kementerian PU. Dari total dana tersebut Rp 211 milyar untuk pembangunan dan rehabilitasi sabo, dan normalisasi sungai. Rp 262,3 milyar untuk pembangunan jembatan, perbaikan jembatan dan jalan. Rp 38,4 milyar untuk penyelesaian 2 unit pengolah air minum, 5 sumur bor dalam, dan 5 jembatan desa. Konstruksi bangunan jembatan tahan terhadap terjangan lahar dingin.

Salah satu jembatan yang dibangun adalah jembatan Pabelan Lama yang merupakan jalan nasional ruas Yogyakarta-Magelang. Sebelumnya jembatan tersebut putus diterjang lahar dingin. Bentang jembatan 60 meter dan lebar jalur lalulintas 2×3,5 meter. 

Dengan peresmian infrastruktur tersebut diharapkan perekonomian masyarakat pulih dan lebih baik. Masyarakatpun dihimbau untuk ikut memelihara semua bangunan tersebut. Selain untuk transportasi juga untuk jalur evakuasi saat terjadi bencana dari aktivitas Merapi.

DR. Sutopo Purwo Nugroho, APU
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB