Commuter Line: Antara Tuntutan Konsumen dan Pelayanan

Posted: April 2, 2012 in Serba Serbi
Tags: ,

“Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang memenuhi harapan stakeholders” adalah visi dari PT. KAI Commuter Jabodetabek. Ungkapan tersebut dapat kita lihat dari website yang dikelola oleh perusahaan tersebut disini. Namun, jika kita melihat dan merasakan bagaimana pelayanan yang diberikan oleh PT. KAI Commuter Jabodetabek rasanya visi tersebut masih jauh api dari panggang. Bagaimana tidak, setiap hari kita harus berjuang (berdesak-desakan) untuk bisa menikmati pelayanan jasa kereta api commuter line ini. Belum lagi isu-isu tentang tindakan kriminal dan pelecehan seksual terhadap perempuan.

Kereta api tentunya salah satu moda transportasi yang sangat ideal bagi masyarakat yang tinggal di jabodetabek. Kereta api tidak mengenal kata macet seperti yang dialami oleh moda angkutan transportasi umum lainnya sehingga banyak warga jabodetabek memilih kereta api sebagai transportasi umum yang ideal. Namun, tingkat kenyamanan dan keamanan selalu menjadi problematika yang masih saja (sepertinya) sangat sulit untuk diatasi. Jumlah penumpang dengan jumlah ketersediaan gerbong penumpang tidak sebanding sehingga seringkali terjadi overload penumpang. Bagi yang belum pernah merasakan bagaimana pengapnya ruangan gerbong commuter line, silakan Anda mencoba untuk berangkat pagi dari arah Bogor-Kota dan pulang sore dari arah Kota-Bogor. Dijamin pasti mual dan stres tingkat dewa.

Dengan semakin tingginya minat masyarakat untuk memakai jasa layanan kereta api, tentunya PT. KAI Commuter Jabodetabek dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Bukan hanya galak dipintu keluar (pakai sewa aparat TNI/Polri untuk memeriksa apakah penumpang membeli tiket atau tidak)  tapi juga harus melek-mata bahwa pelayanan atas kenyamanan dan keamanan di atas gerbong kereta api juga harus ditingkatkan.

Kita tentunya tidak ingin melihat lagi bagaimana pintu keluar dijaga petugas yang pasang muka sangar dan terlihat over protected dan over acting karena bagaimanapun kepedulian dan kesadaran masyarakatlah yang harus diupayakan. Dengan pelayanan yang nyaman dan aman tentunya masyarakat akan dengan sendirinya memenuhi kewajibannya untuk membeli tiket. Dengan sendirinya tak perlu kuatir dan paranoid kalau para penumpang tidak memenuhi kewajibannya dalam partisipasinya membangun perkeretaapian di Indonesia ini, dengan cara membeli tiket karena kita tentunya juga tidak ingin kereta api hilang dari negeri ini dengan segala fenomena dan sejarah kereta api itu sendiri di negeri ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s