Laporan Kegiatan Unhan Disaster Community (UDC) Universitas Pertahanan Indonesia

Posted: April 24, 2012 in Serba Serbi

Sebagai organisasi kemahasiswaan di bawah kendali dan pengawasan Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan), Unhan Disaster Community (UDC) berusaha untuk hadir sebagai upaya penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. UDC adalah organisasi yang dibentuk oleh mahasiswa pascasarjana Sekolah Kajian Pertahanan, Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional (Disaster Management for National Security). UDC sendiri bercita-cita menjadi sebuah lembaga kajian bencana level nasional dan internasional untuk satu tujuan yaitu humanitarian effort. UDC berharap, melalui kegiatan dan kajian yang dilakukan, dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi dunia penelitian dan kajian tentang bencana khususnya di Indonesia yang merupakan laboratorium bencana terbesar di dunia dengan segala ancaman dan risiko bencana yang dimiliki.

Berawal dari diskusi kecil dengan para rekan-rekan mahasiswa yang terdiri dari elemen sipil dan militer, UDC ingin memulai segala sesuatunya dari hal-hal kecil di sekitar kita yang berkaitan dengan isu bencana dan kerentanannya terutama bagi masyarakat urban/perkotaan dengan segala kompleksitasnya. Untuk itulah, UDC menentukan lokasi kegiatan awal di sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Tepatnya di RT.09/RW.10, Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Lingkungan ini adalah salah satu lingkungan padat penduduk yang dihuni oleh warga dengan berbagai tingkatan ekonomi dan pendidikan. Wilayah ini pada tahun 2002 dan 2007 termasuk wilayah yang terendam banjir sampai setinggi tiang listrik/telepon.

Dengan melihat realita tersebut, UDC sebagai organisasi kemahasiswaan ingin terlibat dalam upaya-upaya pengurangan risiko masyarakat melalui program penguatan kapasitas masyarakat melalui program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang seperti pelaksanaan kegiatan bakti sosial (santunan keluarga miskin/anak yatim piatu dan pemeriksaan/pengobatan gratis), pelatihan dan pendidikan tanggap darurat bencana, pembangunan sarana dan prasarana fisik sebagai upaya mitigasi dan preparedness untuk menghadapi bencana seperti pembangunan bak penampungan air bersih, pedampingan masyarakat dalam upaya menciptakan wilayah tangguh bencana, dan pelaksanaan penelitian dan kajian tentang bencana dalam konteks keamanan nasional yang menjadi ciri khas Universitas Pertahanan Indonesia.

Saat ini, dengan segala kekurangan yang ada, UDC tengah berupaya untuk mewujudkan cita-citanya agar bermanfaat bagi masyarakat dalam bidang kajian bencana dengan menyelenggarakan kegiatan pendidikan bagi anak-anak putus sekolah di sekitar Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Dengan biaya yang minim dari dana pribadi mahasiswa dan tekad serta kemauan yang kuat, UDC ingin menunjukkan keseriusannya untuk bisa terjun langsung ke masyarakat. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran diri bagi para mahasiswa Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan Indonesia. Kedepannya, UDC ingin menjadi bagian dari Universitas Pertahanan Indonesia yang diakui secara legal sehingga hasil-hasil penelitian dan/atau kajiannya dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Berikut ini adalah struktur organisasi Unhan Disaster Community, Universitas Pertahanan Indonesia yang terdiri dari Mahasiswa Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Indonesia :

  1. Ketua Pelaksana Program : Ferry Yulianto.
  2. Wakil Ketua Pelaksana Program : Basuki Rakhmat.
  3. Sekretaris Pelaksana Program : Fransisca Triani.
  4. Bendahara Program: Ika Syatriea Merdeka.
  5. Pelaksana Manajemen Operasional: Ade Martiwi, Sulistyo Utomo, Robby Arigayota, Otty Rusinarsetyo, dan Alan Muda Satria.
  6. Pelaksana Informasi dan Hubungan Masyarakat: Paulina Diana, Hondor Saragih, dan Yohannes.
  7. Pelaksana Penelitian dan Pengembangan Program: Pradono Anindito, Dwi Agung Sutrisno, Noorma M. Syamsiah, dan Shinta Andriani.
  8. Pelaksana Dokumentasi dan Evalap (Evaluasi dan Laporan) Program: M. Hanief Hilmi, Iqro Glentar, Harry A. Hassan, Ade Prasetya, dan Syarifuddin.
  9. Pengajar/Instruktur: Ade Martiwi, Ade Prasetya, Alan Muda Satria, Basuki Rakhmat, Ferry Yulianto, Harry A. Hassan, Sulistyo Utomo, Robby Arigayota, Fransisca Triani, Hondor Saragih, Ika Syatriea Merdeka, Dwi Agung Sutrisno, Iqro Glentar, Noorma M. Syamsiah, Otty Rusinarsetyo, Paulina Diana, Pradono Anindito, Yohannes, Shinta Andriani, M. Hanief Hilmi, Syarifuddin, dan Nathan M. Gilbert (konsultan).

 

REKAM JEJAK UDC DI KELURAHAN KEBON BARU, TEBET, JAKARTA SELATAN

Saat ini, Tim UDC yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional telah melakukan 3 kali kunjungan ke RT.09/RW.10 Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan untuk berkenalan dengan para tokoh masyarakat dan pengurus RT/RW Kelurahan Kebon Baru. Dalam kunjungan pertama, Tim UDC diterima oleh pengurus RT setempat untuk observasi lingkungan sekitar dan bercerita tentang pengalaman-pengalaman masa lalu dalam penanggulangan bencana banjir akibat luapan Sungai Ciliwung. Pada kunjungan pertama ini, Tim UDC yang berkunjung sebanyak 4 orang, yaitu Ade Martiwi, Basuki Rakhmat, Ferry Yulianto, dan Hanief Hilmy. Untuk kunjungan kedua, Tim UDC lebih fokus pada pemilihan lokasi tempat pendidikan untuk anak putus sekolah dengan beberapa tokoh masyarakat. Tim UDC yang hadir sebanyak 9 orang, yaitu Ade Martiwi, Alan Muda Satria, Basuki Rakhmat, Ferry Yulianto, Fransisca Triani, Hondor Saragih, Ika Syatriea Merdeka, Paulina Diana, dan Pradono Anindito. Untuk kunjungan ketiga, Tim UDC mendata calon peserta yang akan mengikuti program pendidikan bagi anak putus sekolah di wilayah tersebut. Kegiatan kunjungan ketiga ini diwakili oleh Basuki Rakhmat, Ferry Yulianto, Paulina Diana, dan Pradono Anindito dan didapatkan data yaitu calon peserta yang hadir adalah anak-anak yang putus sekolah dengan kelas terakhir yang bervariasi, mulai dari kelas 1 SD hingga 3 SMP (data calon peserta pendidikan anak putus sekolah terlampir). Usia mereka juga sangat bervariasi, dari 10 tahun hingga 20 tahun. Harapan mereka dan beberapa orang tua dan tokoh masyarakat yang hadir di tempat tersebut adalah agar mereka bisa mendapatkan sertifikat kejar paket A, B, dan C. Lokasi ini sebenarnya kaya akan nilai sejarah karena masyarakat percaya bahwa tempat ini dulu pernah dijadikan lokasi persembunyian Ir. Soekarno (Presiden Pertama RI) untuk merintis kemerdekaan seperti yang pernah diutarakan oleh beberapa saksi hidup yang ada disana. Oleh karena itulah, tempat ini oleh masyarakat setempat disebut sebagai Gang Perintis. Dengan semangat itulah, UDC hadir untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Seperti semangat Ir. Soekarno melepaskan negara ini dari belenggu kolonialisme Belanda.

Dengan segala keterbatasan biaya yang dimiliki, UDC masih tetap semangat untuk terus berbuat sesuatu yang positif bagi masyarakat. Pada akhir pertemuan ketiga tersebut, Tim UDC segera mencari informasi tentang yayasan yang bergerak di bidang pendidikan lanjutan semisal Paket A, B, dan C. Hujan lebat, jalanan penuh genangan air, dan situasi macet tidak menyurutkan semangat Tim UDC untuk tiba di salah satu yayasan pendidikan dan panti asuhan PKBM-RMD (Remaja Masa Depan). Yayasan yang berdomisili di Jalan Tebet Barat 4 Gg Keamanan I ini merupakan lembaga nirlaba yang menyediakan pendidikan dan ujian kejar paket bagi anak-anak putus sekolah dan juga panti asuhan bagi puluhan anak yatim piatu.  Harapan dari Tim UDC adalah untuk menjajaki kemungkinan dilakukannya kerjasama terkait penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak di Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan dengan pengurus yayasan tersebut, Tim UDC memperoleh informasi bahwa yayasan tersebut tidak dapat mengirimkan pengajar untuk mengajar di luar tempat yayasan tersebut. Namun, yayasan tersebut menyediakan program pendidikan untuk kejar paket B dengan biaya Rp 40.000,- perbulan dan Paket C dengan biaya Rp.60.000,- perbulan. Walaupun tidak dapat mengirim pengajar keluar, yayasan PKBM-RMD bersedia menerima anak dari luar untuk diikutsertakan dalam ujian dalam rangka memperoleh sertifikat kejar paket B dan C (biaya ujian paket B sebesar Rp.400.000,- per orang dan biaya ujian kejar paket C sebesar Rp.600.000,- per orang). Untuk Kejar Paket A, yayasan ini juga siap membantu dengan biaya sebesar Rp.400.000,- per orang.

Permasalahan yang dihadapi UDC kali ini tentunya adalah masalah biaya pendidikan bagi para calon peserta pendidikan anak putus sekolah di wilayah Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Upaya utama adalah memohon bantuan kepada Universitas Pertahanan Indonesia sebagai induk semang Unhan Disaster Community (UDC). Selain itu, UDC akan menawarkan Program Anak Asuh bagi masyarakat yang ingin meluangkan hartanya untuk kelangsungan pendidikan anak-anak terlantar akibat kekurangan biaya pendidikan karena ketidakmampuan orang tua dalam membiayai pendidikan anak-anaknya. Namun, jika hal tersebut tidak dapat memecahkan permasalahan yang ada, UDC telah bersiap diri dengan beberapa program penghasil dana yang akan diarahkan seluruhnya bagi kegiatan pendidikan anak putus sekolah. Salah satunya adalah dengan menjual beberapa ebook melalui media weblog. Saat ini, mesin dana tersebut telah berjalan dengan baik dan menghasilkan pemasukan dana sebanyak Rp.775.000,- (tujuh ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) dari weblog https://ferryyulianto.wordpress.com. Tentunya, semakin sering weblog tersebut diakses oleh banyak orang, semakin besar pemasukan dana yang bisa digunakan untuk kegiatan UDC.

UDC sadar bahwa kegiatan ini tidak dapat berjalan dengan baik hanya dengan mengandalkan satu pemasukan saja. Bantuan atau donasi dari beberapa pihak, baik perorangan maupun organisasi (swasta dan pemerintah), akan cukup membantu setiap langkah UDC dalam upayanya memberikan pengabdian kepada masyarakat dalam hal penguatan kapasitas masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui program-program yang berguna, salah satunya melalui program pendidikan bagi anak-anak putus sekolah. Program ini tentunya diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang baik bagi mahasiswa Universitas Pertahanan Indonesia pada Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional dan tentunya sebagai perpanjangan tangan Universitas Pertahanan Indonesia dengan masyarakat sebagai bentuk aplikasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Eksistensi UDC tentunya tidak akan tumbuh dan berkembang dengan baik dan maksimal tanpa dukungan dari kampus. Untuk itulah, UDC sangat berharap dapat menjadi salah satu pusat kajian bencana yang diakui oleh Universitas Pertahanan Indonesia sehingga program-programnya dapat diakomodasi dengan baik dan berbuah maksimal yang tentunya berdampak positif bagi keberadaan Universitas Pertahanan Indonesia sendiri.

Demikian laporan kegiatan UDC ini dibuat untuk diketahui sebagai kegiatan mahasiswa Program Studi Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan Indonesia. Harapannya, UDC bisa menjadi salah satu bagian penting bagi perjalanan Universitas Pertahanan Indonesia terutama dalam bidang kajian kebencanaan yang ada di Indonesia.

 

Ketua Pelaksana Kegiatan

Unhan Disaster Community

 

  

FERRY YULIANTO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s